Minggu, 30 Desember 2012
" Wali Kota Termuda Usia 15 Tahun Terinspirasi Soekarno"
Bashaer Othman menjadi satu-satunya
Wali Kota termuda dunia. Di usianya yang masih 15 tahun, pelajar yang masih
duduk di kelas 1 SMA Palestina ini sudah diberi jabatan publik sebagai Walikota Allar, Tulkarm, Tepi Barat, Palestina.
Bashaer diberi kesempatan mempimpin Kota Allar
selama dua bulan, di bawah bimbingan Sufian Shadid, Wali Kota Allar sebenarnya,
setelah ia terpilih dalam program pemberdayaan kaum muda Pemerintah Palestina.
Tentu unik sebuah kota dipimpin oleh perempuan yang
masih berusia dibawah 17 tahun. Apalagi Bashaer harus memikul sejumlah tanggung
jawab berat mengatasi semua hal terkait Kota Allar, termasuk mengawasi karyawan
dan menandatangani semua dokumen resmi, kecuali dokumen keuangan.
Bertempat di kantor Kedutaan Besar Palestina untuk
Indonesia di Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta, Rabu (12/9) siang, Tribun
mendapat kesempatan mewawancarai perempuan jelita ini dengan nuansa santai
namun obrolan serius.
Basher menerima Tribun dengan senyuman manis.
Sapaan dengan menggunakan bahasa Arab makin menambah keakraban. Di sela-sela
obrolan Bashaer bahkan sempat bercanda bertanya-tanya tentang merk handphone
yang Tribun pakai. Apa saja pengalaman Basheer menjadi walikota termuda dunia.
Berikut petikan wawancaranya:
Selamat siang, selamat datang di Indonesia. Bisakah
Anda bercerita bagaimana Anda jadi walikota di usia
Anda yang masih muda?
Selamat siang juga senang bisa berada di Indonesia.
Pada awalnya saya mengikuti program pemerintah Palestina untuk pemberdayaan
kaum muda. Saya lalu bersaing dengan ribuan anak muda yang mengikuti seleksi
program tersebut, walikota seperti saya dipilih tidak melalui proses pemilihan umum
yang dilakukan masyarakat tapi dipilih oleh walikota sebenarnya berdasarkan
atas kompetensi atau kemampuan dalam berbagai hal.
Apa pertimbangan terbesar Anda terpilih?
Saya dinilai memiliki kemampuan individual
diantaranya wawasan tentang kenegaraan, politik, sosial, ekonomi. Saya juga
memiliki kemampuan leadership. Sebelum ini saya telah memimpin sebuah
organisasi kepemudaan di sekolah. Saya juga punya visi dan misi yang jelas
untuk kemajuan rakyat Palestina.
Anda sudah menjabat dua bulan, apa yang Anda
lakukan selama periode itu?
Saya berusaha memecahkan berbagai masalah rakyat,
salah satunya adalah ketersediaan lapangan pekerjaan. Beberapa waktu lalu saya
keliling ke beberapa negara luar dan sepulang dari sana saya mengajak para
investor serta meyakinkan mereka agar mau berinvestasi di Palestina. Hasilnya
lumayan, ada tiga proyek yang saya dapatkan dan saya pikir itu akan membuka
lapangan kerja baru.
Ceritakan masalah tersulit yang Anda hadapi selama
jadi walikota?
Melayani rakyat Palestina terutama dalam masalah
hukum. Sebenarnya mereka sudah tahu hukum tapi biasanya mereka tidak puas jika
tidak langsung bertanya kepada walikota, jadi saya harus sabar melayani mereka.
Kesultian yang saya alami adalah bisa memuaskan seluruh rakyat, juga saat
membuat rakyat menjalani ketentuan Dewan Kota. Beruntungnya saya punya
kemampuan komunikasi yang bagus sehingga bisa mudah menjawab pertanyaan dari
mereka.
Palestina identik dengan daerah konflik, tidakkah
Anda takut dengan keselamatan jiwa Anda?
Daerah Tepi Barat yang saya pimpin relatif aman,
tidak ada kontak senjata disana. Pertumbuhan ekonominya juga bagus, penghasilan
rakyatnya di atas rata-rata. Jadi saya tidak pernah merasa takut untuk
memimpin, ini semua untuk kemaslahatan umat.
Apa yang Anda pikirkan tentang konflik dengan
Israel?
Saya datang kesini tidak untuk membahas konflik
dengan Israel, itu sudah ada bagiannya tersendiri. Saya hanya ingin menjadi
inspirasi generasi muda Palestina bahwa konflik bisa melahirkan pemimpin-
pemimpin handal. Saya ingin pemuda Palestina punya sikap dan membangun
peradaban mereka.
Apa perubahan yang Anda rasakan dalam diri Anda
setelah menjadi walikota?
Tentu ada yang berubah dari kepribadian saya.
Sekarang, saya lebih memikirkan kepentingan umat.
Bisakan Anda ceritakan kehidupan keluarga Anda?
Saya lahir dalam keluarga yang hangat, saya hidup
dengan Ayah, Ibu dan lima orang saudara, saya anak keempat. Kami hidup dalam
satu rumah dan kakak-kakak saya masih belajar di perguruan tinggi. Saat jadi
walikota saya mendapat dukungan penuh dari keluarga, mereka sangat mensupport
karier politik yang sedang saya jalani. Kami hidup dalam keluarga yang harmonis
dan bahagia.
Apa reaksi kawan-kawan Anda setelah jadi Wali Kota?
Mereka sangat apresiatif dan mendukung, kami tetap
berhubungan bahkan mereka sering memberikan masukan dan berkomunikasi dengan
saya melalui internet. Kami chating setiap hari dan berdiskusi banyak hal untuk
kemajuan Palestina.
Apakah Anda punya pacar?
Tidak, Islam tidak memperbolehkan hubungan
laki-laki dan perempuan tanpa status pernikahan apapun bentuk hubungan itu. Dan
generasi muda Islam tidak seharusnya memikirkan hal itu. Generasi muda Islam
harus cerdas membangun peradaban dan kemajuan bangsanya. Terus terang saya
tidak punya akun facebook sebab kadang itu mengganggu aktifitas saya dalam
berpikir tapi saya tetap mengikuti perkembangan global lewat internet.
Bagaimana Anda melihat masa depan pemuda Palestina?
Saya optimistis kami punya masa depan lebih bagus.
Saat ini memang ada banyak pemuda Palestina yang berusaha keluar ke negara lain
misalnya ke Saudi Arabia, Mesir atau negara Timur Tengah lainnya untuk mencari
pekerjaan dan mencari wilayah aman. Tapi mereka semua punya komitmen besar
untuk tetap jadi warga negara Palestina, artinya mereka akan kembali lagi. Kami
juga meyakini bahwa Palestina suatu saat akan merdeka dan berdaulat.
Di Indonesia sering ada demonstrasi dukungan
terhadap Palestina biasanya memakai tagline "Save Palestina". Apa
tanggapan Anda?
Saya sangat mengapresiasi perhatian Indonesia terhadap
negara kami. Indonesia adalah saudara setia kami sejak tempo dulu. Saya pribadi
sangat terinspirasi dengan Ahmad Soekarno (Presiden Pertama Republik Indonesia,
Soekarno). Sebab beliau adalah tokoh yang pertama kali bersuara Palestina
adalah negara berdaulat tanpa peduli dengan negara lain yang tidak mengakui
kami.
Apakah Indonesia terkenal di negara Anda?
Iya terutama dengan tokoh Ahmad Soekarno Soekarno),
kami memanggil Ahmad Soekarno sebab orang Palestina mengenalnya dengan nama
itu. Indonesia juga negara muslim terbesar dunia, dukungan dan suara dari
Indonesia sangat memberi kami kepercayaan diri. Kami mendapatkan energi lebih
ketika Indonesia bersuara lantang dan membela Palestina.
Apa pesan terakhir Anda untuk pemuda Indonesia?
Pemuda Indonesia harus terus maju kedepan. Maju
Palestina!Maju Indonesia.
Buat generasi penerus Bangsa Indonesia.. teruslah belajar dan belajar.. buatlah Indonesia ini lebih maju dan lebih baik dari sekarang.. Semangat kesuksesan untuk bangsa tercinta!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
comment please....